Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

share

Sraya Nusa 2026 dan Perubahan Model Ekosistem Pemberdayaan Perempuan

October 14, 2026

Oleh: Professional Review

Sraya Nusa 2026 mengembangkan model ekosistem perempuan melalui koneksi, ekspresi, apresiasi, komunitas, UMKM, dan kolaborasi lintas sektor.

JAKARTA – Industri media digital terus mengalami perubahan. Persaingan tidak lagi hanya berkaitan dengan seberapa cepat media memproduksi dan mendistribusikan informasi, tetapi juga bagaimana sebuah platform mampu membangun komunitas dan menciptakan relevansi di luar ruang pemberitaan. Perubahan pendekatan tersebut terlihat dalam langkah Diadona.id melalui Sraya Nusa 2026.

Sraya Nusa The Opening Chapter digelar pada 11-13 September 2026 di Lippo Mall Nusantara Semanggi, Jakarta Selatan. Program ini dirancang sebagai ruang yang mempertemukan perempuan, komunitas, pelaku usaha, industri kreatif, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan perempuan Indonesia.

Dari perspektif pengembangan platform, pendekatan tersebut menarik karena Sraya Nusa tidak diposisikan hanya sebagai event penghargaan. Diadona.id membangun konsep melalui tiga pengalaman utama, yakni Connection, Expression, dan Recognition. Ketiganya menunjukkan upaya menggabungkan fungsi komunitas, konten, aktivitas kreatif, dan apresiasi dalam satu ekosistem.

SPONSORED
Tertarik dengan penawaran ini?Pilih Lihat Detail atau langsung Hubungi Kami.

Dari Event ke Ekosistem

Model event-based communication biasanya memiliki tantangan berupa keberlanjutan. Aktivitas dapat memperoleh perhatian tinggi ketika acara berlangsung, tetapi dampaknya berpotensi menurun setelah acara selesai. Sraya Nusa mencoba menjawab persoalan tersebut dengan merancang program lanjutan yang dapat berjalan di luar momentum tiga hari penyelenggaraan.

Diadona.id menyebut Sraya Nusa sebagai awal dari pengembangan berbagai kegiatan seperti community session, brand-led discussion, community building, talkshow, dan workshop. Sraya Sessions juga diarahkan menjadi ruang percakapan yang membahas tema leadership, beauty and wellness, finance and entrepreneurship, culture and identity, hingga future and sustainability.

Jika dijalankan secara konsisten, pola tersebut dapat mengubah posisi sebuah event dari sekadar aktivitas komunikasi menjadi platform engagement. Audiens tidak hanya datang untuk memperoleh informasi atau menyaksikan penghargaan, tetapi memiliki peluang untuk kembali berinteraksi melalui komunitas, diskusi, edukasi, maupun kolaborasi.

Menggabungkan Apresiasi dan Aktivitas Ekonomi

Dimensi lain yang cukup penting adalah keterlibatan sektor usaha. Dalam rangkaian Sraya Nusa, kolaborasi dengan Pasar Keliling menghadirkan pelaku UMKM serta produk lokal ke dalam ekosistem acara. Kehadiran unsur tersebut memperluas konteks pemberdayaan perempuan dari isu sosial menuju aktivitas ekonomi dan kreativitas.

Pendekatan tersebut relevan karena pemberdayaan perempuan memiliki dimensi yang luas. Akses terhadap pengetahuan, jejaring, peluang ekonomi, ruang ekspresi, dan pengakuan dapat saling berhubungan. Ketika elemen-elemen tersebut dipertemukan dalam satu platform, nilai sebuah program tidak hanya ditentukan oleh jumlah peserta, tetapi juga oleh hubungan yang terbentuk setelah kegiatan berlangsung.

Dari sisi industri, format seperti ini juga membuka ruang kolaborasi bagi brand. Program berbasis komunitas dapat memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk terlibat melalui edukasi, diskusi, aktivasi, maupun dukungan terhadap berbagai inisiatif perempuan tanpa harus mengandalkan pendekatan promosi konvensional.

Recognition sebagai Bagian dari Strategi

Sraya Nusa juga menempatkan apresiasi sebagai salah satu bagian penting dalam ekosistemnya. Melalui Apresiasi Perempuan Berpengaruh (APB) 2026, penghargaan diberikan kepada perempuan dari berbagai bidang melalui kategori Leadership, Social Impact, Culture and Heritage, Economic Empowerment, serta Influence & Inspiration.

Pemetaan kategori tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi perempuan tidak dipahami secara tunggal. Kepemimpinan korporasi, pembangunan sosial, pelestarian budaya, pengembangan ekonomi, hingga pengaruh terhadap generasi muda ditempatkan dalam spektrum yang sama sebagai bentuk kontribusi.

Beberapa penerima juga merepresentasikan sektor yang berbeda. Lilis Mulyawati, misalnya, memperoleh APB 2026 kategori Leadership for Retail Innovation & Business Transformation atas kiprahnya sebagai President Director Watsons Indonesia. Sementara Carline Darjanto dan Ria Sarwono dari Cotton Ink mendapatkan apresiasi kategori Culture & Heritage for Shaping Contemporary Indonesian Fashion.

Di bidang social impact, Rosita Istiawan mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam konservasi hutan dan penguatan ketahanan masyarakat setelah lebih dari 25 tahun melakukan pemulihan kawasan Megamendung. Contoh tersebut memperlihatkan bahwa konsep recognition dalam Sraya Nusa mencakup dampak sosial dan lingkungan, bukan hanya pencapaian profesional.

Melibatkan Perusahaan dan Institusi

Selain memberikan apresiasi kepada individu, Sraya Nusa juga menghadirkan The Sraya Recognition untuk perusahaan, institusi, maupun pihak lain yang dinilai memiliki kontribusi terhadap pemberdayaan perempuan dan masyarakat.

Pada 2026, kategori tersebut mencakup Women Empowerment & Inclusive Growth, Future Forward, Community Impact, dan Social Impact. XLSMART melalui Sisternet, misalnya, mendapatkan penghargaan kategori Future Forward atas inisiatif pengembangan kapasitas dan kesiapan perempuan menghadapi masa depan di era digital.

L’Oréal Indonesia juga memperoleh The Sraya Recognition kategori Community Impact. Penghargaan tersebut dikaitkan dengan berbagai inisiatif perusahaan dalam membantu perempuan berkembang melalui pendidikan, keterampilan, serta kesempatan untuk kembali berkontribusi.

Kehadiran kategori untuk organisasi memperlihatkan bahwa pembangunan ekosistem perempuan membutuhkan lebih dari kontribusi individu. Perusahaan, komunitas, institusi publik, dan organisasi sosial juga memiliki ruang untuk mengambil bagian.

Tantangan Keberlanjutan

Dari sisi strategi, tantangan berikutnya adalah menjaga agar ekosistem tersebut tidak berhenti pada momentum awal. Keberhasilan program jangka panjang akan sangat bergantung pada kemampuan menjaga kualitas komunitas, konsistensi program, relevansi topik, serta kesinambungan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Diadona.id sendiri menempatkan The Opening Chapter sebagai langkah awal. Rangkaian program selanjutnya diarahkan untuk menghadirkan ruang percakapan, kegiatan komunitas, kolaborasi berbasis brand, edukasi, dan berbagai inisiatif lain yang memungkinkan Sraya Nusa berkembang sepanjang tahun.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan Sraya Nusa ke depan tidak hanya dapat dilihat dari jumlah penerima penghargaan atau kemeriahan event. Indikator yang lebih substantif adalah seberapa banyak koneksi yang berlanjut menjadi kolaborasi, seberapa jauh komunitas berkembang, dan apakah ruang yang dibangun mampu menghasilkan manfaat yang bertahan dalam jangka panjang.

Bagi industri media digital, langkah seperti Sraya Nusa menunjukkan adanya peluang untuk memperluas hubungan dengan audiens. Media tidak hanya berperan sebagai penyedia informasi, tetapi juga dapat membangun ruang interaksi yang mempertemukan pembaca dengan komunitas, brand, pelaku usaha, dan figur yang memiliki kontribusi di bidang masing-masing.

Pada akhirnya, Sraya Nusa 2026 memperlihatkan pergeseran pendekatan dari award sebagai titik akhir menjadi recognition sebagai bagian dari ekosistem. Connection, Expression, dan Recognition ditempatkan sebagai tiga komponen yang saling melengkapi. Jika kesinambungan program dapat dijaga, model tersebut berpotensi menjadi salah satu bentuk baru bagaimana media digital membangun komunitas sekaligus menciptakan nilai sosial dan ekonomi di sekitarnya.