Basaria Martha Juliana meraih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026. Perannya di bidang keuangan dan strategi menjadi bagian dari agenda transformasi Bank Jakarta.
JAKARTA — Peran fungsi keuangan dalam industri perbankan semakin berkembang seiring perubahan model bisnis, tuntutan tata kelola, digitalisasi, dan kebutuhan perusahaan untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, posisi Direktur Keuangan dan Strategi tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan finansial, tetapi juga beririsan dengan agenda strategis perusahaan. Hal itu tercermin dari kiprah Basaria Martha Juliana, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta, yang pada September 2026 menerima Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026.
Basaria menerima penghargaan dalam kategori Economic Empowerment for Strategic Finance & Business Transformation pada ajang Sraya Nusa 2026. Berdasarkan laporan SINDOnews, apresiasi tersebut diberikan melalui proses kurasi yang mempertimbangkan rekam jejak, kontribusi, pencapaian, pengaruh, serta relevansi kontribusi kandidat dengan nilai-nilai yang diusung Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026.
Dari perspektif industri, kategori penghargaan yang diterima Basaria menarik karena menghubungkan dua fungsi yang semakin penting dalam pengelolaan institusi keuangan, yakni strategic finance dan business transformation. Keduanya tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan bank untuk menjaga kesehatan bisnis sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan industri.
Basaria sendiri menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap komitmen Bank Jakarta dalam menghadirkan diversity, equity, and inclusion (DEI), khususnya di industri keuangan. Ia juga menekankan pentingnya memberikan ruang kepada perempuan untuk menempati posisi strategis di perusahaan.
Dalam pernyataan yang disampaikan pada September 2026, Basaria juga mengungkapkan bahwa Bank Jakarta terus mendorong peningkatan kapabilitas kepemimpinan dan membangun executive profiling. Upaya tersebut berkaitan dengan persiapan aksi korporasi sekaligus kelanjutan transformasi perusahaan dalam berbagai aspek.
Agenda tersebut menunjukkan bahwa transformasi perusahaan membutuhkan dukungan dari berbagai fungsi organisasi. Bagi sektor perbankan, perubahan tidak hanya menyangkut teknologi dan layanan digital, tetapi juga menyentuh struktur organisasi, kapabilitas sumber daya manusia, tata kelola, manajemen risiko, serta kemampuan membaca peluang bisnis.
Pengalaman Basaria sebelumnya juga memberikan konteks terhadap perannya saat ini. Berdasarkan pemberitaan Beritajakarta dan SINDOnews, Basaria pernah menduduki sejumlah posisi strategis di lembaga perbankan dan memimpin berbagai proyek, termasuk bidang corporate development and transformation. Ia juga tercatat pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Danareksa Holding pada periode 2023–2025.
Sementara itu, laporan tahunan Bank Jakarta mencatat Basaria sebagai Direktur Keuangan & Strategi serta menunjukkan adanya berbagai agenda pengembangan kompetensi direksi dalam bidang yang berkaitan dengan praktik perbankan, tata kelola, perlindungan konsumen, dan ketentuan pengadaan. Data tersebut memperlihatkan bahwa fungsi kepemimpinan keuangan dalam perbankan berjalan berdampingan dengan tuntutan kepatuhan dan penguatan kompetensi.
Dimensi strategis lain terlihat dari keterlibatan Basaria dalam kolaborasi Bank Jakarta dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada 21 Agustus 2026, Basaria menandatangani nota kesepahaman dengan ITB mengenai pemanfaatan layanan dan produk perbankan untuk pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia. Bank Jakarta menyebut kerja sama tersebut sebagai langkah awal untuk membangun ekosistem pendidikan, riset, dan pengembangan SDM yang adaptif, kompeten, inovatif, dan berdaya saing global.
Dari sisi pengembangan bisnis, kolaborasi semacam itu memperlihatkan bahwa strategi perbankan dapat bergerak melampaui hubungan transaksi konvensional. Institusi keuangan semakin dituntut membangun ekosistem dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk institusi pendidikan, dunia usaha, pemerintah, dan komunitas.
Pada saat yang sama, penguatan tata kelola tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pertumbuhan. Pada Maret 2026, Bank Jakarta memperoleh penghargaan di bidang enterprise risk management, sementara Basaria juga memperoleh Indonesia Best CFO Awards 2026. Beritajakarta melaporkan penghargaan tersebut sebagai apresiasi terhadap kepemimpinan strategis dalam menjaga kesehatan keuangan perusahaan sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Rangkaian perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa ukuran keberhasilan fungsi keuangan dalam industri perbankan tidak berhenti pada indikator finansial. Kapasitas untuk mendukung transformasi, menjaga tata kelola, mengembangkan organisasi, serta membangun kolaborasi juga menjadi bagian dari agenda strategis perusahaan.
Penghargaan Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 yang diterima Basaria kemudian menjadi salah satu pengakuan atas perannya dalam konteks tersebut. Namun, yang lebih penting dari sisi pengembangan organisasi adalah bagaimana pengalaman dan kapasitas pada fungsi keuangan serta strategi dapat diterjemahkan menjadi agenda transformasi yang terukur.
Bagi industri perbankan Indonesia, perkembangan ini menunjukkan semakin kompleksnya peran eksekutif keuangan. Direktur keuangan tidak lagi hanya ditempatkan sebagai pengelola laporan dan kesehatan finansial perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membaca perubahan industri, mengelola risiko, mempersiapkan aksi korporasi, dan mendukung strategi pertumbuhan.
Dalam konteks Bank Jakarta, peran Basaria Martha Juliana berada di persimpangan antara pengelolaan keuangan, strategi bisnis, transformasi organisasi, dan pengembangan kepemimpinan. Penghargaan yang diterimanya pada 2026 menjadi momentum untuk melihat bagaimana fungsi tersebut terus berkembang seiring perubahan kebutuhan industri keuangan.




