Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

share

Yili Raih Thailand FDA Quality Award 7 Kali, Sinyal Kuat Strategi Kualitas di Asia Tenggara

November 1, 2026

Oleh: Professional Review

Yili meraih Thailand FDA Quality Award selama tujuh tahun berturut-turut. Pencapaian ini menunjukkan pentingnya kualitas, digitalisasi, dan lokalisasi dalam industri dairy Asia Tenggara.

Industri produk susu dan makanan-minuman di Asia Tenggara terus berkembang seiring meningkatnya perhatian konsumen terhadap keamanan pangan, kualitas produk, inovasi, serta kemampuan perusahaan memenuhi regulasi di masing-masing negara. Dalam kondisi tersebut, konsistensi sistem operasi menjadi salah satu faktor penting bagi perusahaan yang ingin mempertahankan pertumbuhan di pasar regional.

Yili Group memberikan salah satu contoh melalui kinerja anak usahanya di Thailand. Perusahaan tersebut kembali meraih Thailand Food and Drug Administration (FDA) Quality Award untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut. Yili juga mendapatkan penghargaan tertinggi dalam program tersebut, Best of the Best Award, untuk kedua kalinya setelah pertama kali memperolehnya pada 2023.

Penghargaan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kualitas produk akhir. Sistem penilaiannya mencakup sejumlah aspek, mulai dari ketertelusuran bahan baku, manufaktur cerdas, pengujian produk, penyimpanan dan distribusi dengan rantai dingin hingga tanggung jawab sosial perusahaan. Proses seleksi juga melibatkan pemeriksaan dokumen, inspeksi lapangan oleh panel ahli, pengujian sampel dan penilaian kapabilitas perusahaan.

SPONSORED VIDEO
Tertarik dengan penawaran ini?Pilih Lihat Detail atau langsung Hubungi Kami.

Dari perspektif manajemen industri, cakupan penilaian tersebut memperlihatkan bahwa kualitas pangan semakin dipandang sebagai sistem menyeluruh. Produsen tidak cukup hanya menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi, tetapi juga perlu memastikan proses sebelum, selama, dan setelah produksi dapat dikendalikan serta ditelusuri.

Digitalisasi Menjadi Bagian dari Pengendalian Kualitas

Yili menerapkan sistem manajemen kualitas dan Enterprise Resource Planning (ERP) untuk mengawasi rangkaian operasional di Thailand. Sistem tersebut digunakan untuk mendukung pengawasan digital mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, pergudangan hingga proses logistik.

Penerapan digitalisasi semacam ini relevan dengan arah perkembangan industri makanan dan minuman yang semakin membutuhkan transparansi rantai pasok. Semakin panjang rantai distribusi sebuah produk, semakin penting kemampuan perusahaan mengetahui asal bahan, proses pengolahan, kondisi penyimpanan serta pergerakan produk hingga sampai kepada konsumen.

Selain teknologi, Yili melakukan peningkatan pada sistem pretreatment, memperkuat pelatihan karyawan dan pengelolaan titik kendali kritis. Kombinasi antara teknologi, prosedur dan kompetensi sumber daya manusia menjadi pendekatan yang memungkinkan sistem kualitas diterapkan secara konsisten di tingkat operasional.

Lokalisasi sebagai Strategi Pertumbuhan

Pencapaian Yili di Thailand juga menarik dilihat dari sisi lokalisasi. Perusahaan melaporkan sekitar 80 persen bahan baku dan bahan pendukungnya berasal dari sumber lokal, sementara sekitar 95 persen tenaga kerjanya merupakan warga Thailand.

Angka tersebut menunjukkan bahwa ekspansi perusahaan global tidak selalu identik dengan membawa seluruh sumber daya dari negara asal. Dalam praktiknya, penguatan pemasok dan tenaga kerja lokal dapat menjadi bagian dari strategi membangun operasi yang lebih dekat dengan pasar sekaligus memperkuat keterhubungan dengan ekosistem ekonomi setempat.

Strategi serupa juga terlihat pada pengembangan produk. Melalui merek es krim Cremo, Yili mengembangkan produk yang menyesuaikan preferensi konsumen Thailand, termasuk produk berbentuk telinga kelinci serta varian dengan bahan seperti nata de coco dan pandan.

Pendekatan tersebut memperlihatkan hubungan antara lokalisasi operasional dan inovasi produk. Perusahaan tidak hanya menyesuaikan cara produksinya dengan kondisi lokal, tetapi juga menggunakan pemahaman mengenai preferensi konsumen untuk mengembangkan portofolio produk.

Cremo sendiri memiliki sejarah panjang di Thailand dan menurut informasi resmi Yili, merek tersebut didirikan pada 1979 serta kini produknya telah dipasarkan di 13 negara di empat benua.

Thailand sebagai Pasar Strategis

Dari perspektif industri, Thailand merupakan pasar yang penting di Asia Tenggara. Pada saat yang sama, perusahaan makanan dan minuman menghadapi tuntutan regulasi serta persaingan yang tinggi. Karena itu, kemampuan memenuhi standar lokal secara konsisten menjadi bagian penting dari strategi mempertahankan keberadaan perusahaan di pasar tersebut.

Keberhasilan Yili mempertahankan penghargaan FDA Quality Award selama tujuh tahun berturut-turut dapat dibaca sebagai indikator bahwa perusahaan berupaya menjaga sistem kualitasnya secara berkelanjutan. Namun, penghargaan tersebut tetap merupakan satu indikator dari kinerja operasional, bukan satu-satunya ukuran keberhasilan bisnis secara keseluruhan.

Aspek lain yang turut diperhatikan Yili adalah hubungan dengan komunitas. Pada Agustus 2026, perusahaan meluncurkan inisiatif komunitas dan menyumbangkan 150.000 produk es krim Cremo kepada pemerintah Thailand. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari pendekatan tanggung jawab sosial perusahaan di pasar lokal.

Implikasi bagi Industri Dairy Regional

Pengalaman Yili di Thailand memberikan gambaran mengenai sejumlah faktor yang semakin relevan bagi perusahaan dairy yang berekspansi di Asia Tenggara: kepatuhan terhadap regulasi, digitalisasi rantai pasok, pengendalian kualitas, pengembangan tenaga kerja lokal, pemanfaatan pemasok lokal dan inovasi berdasarkan preferensi konsumen.

Model tersebut juga menunjukkan bahwa ekspansi regional membutuhkan keseimbangan antara standardisasi dan lokalisasi. Standar kualitas dan sistem manajemen dapat diterapkan secara konsisten lintas negara, sementara produk, rantai pasok dan pendekatan terhadap konsumen perlu disesuaikan dengan kondisi pasar masing-masing.

Bagi Yili, strategi tersebut akan menjadi bagian dari rencana perusahaan untuk melanjutkan ekspansi di Asia Tenggara dan pasar global lainnya. Perusahaan menyatakan akan mempertahankan standar kualitas sekaligus mengembangkan produk dan layanan sesuai kebutuhan lokal, sejalan dengan visinya, “World Integrally Sharing Health.”

Dalam konteks industri, perkembangan ini memperlihatkan bahwa persaingan perusahaan dairy di Asia Tenggara semakin tidak hanya ditentukan oleh harga dan distribusi. Kemampuan membangun sistem kualitas yang konsisten, memanfaatkan teknologi, memahami konsumen lokal dan mengintegrasikan operasi dengan ekonomi setempat juga menjadi bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.