SIER meraih Indonesia PR Award 2026 di tengah penguatan kinerja dan transformasi kawasan industri. Strategi bisnis, digitalisasi, dan keberlanjutan menjadi faktor penting.
SURABAYA — Penghargaan Indonesia Public Relations Awards (IPRA) 2026 yang diraih PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) kategori Popular Companies–Real Estate menarik dilihat bukan semata dari sisi komunikasi korporasi. Di balik penghargaan tersebut terdapat perubahan lebih luas dalam cara perusahaan kawasan industri membangun daya saing, mulai dari kinerja finansial, modernisasi fasilitas, digitalisasi layanan hingga agenda keberlanjutan.
Bagi SIER, komunikasi publik menjadi salah satu instrumen untuk menjelaskan proses transformasi perusahaan kepada berbagai pemangku kepentingan. ANTARA melaporkan penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi SIER dalam membangun reputasi melalui komunikasi yang terbuka dan berbasis pada kinerja.
Pendekatan berbasis kinerja menjadi relevan karena industri kawasan saat ini menghadapi tuntutan yang semakin kompleks. Pengelola kawasan tidak cukup hanya menyediakan lahan industri. Infrastruktur, kemudahan layanan, pengelolaan lingkungan, efisiensi operasional dan kemampuan menciptakan ekosistem bisnis menjadi faktor yang turut menentukan daya tarik sebuah kawasan.
Pertumbuhan Kinerja Menjadi Fondasi
Data kinerja SIER menunjukkan adanya penguatan fundamental bisnis. Sepanjang tahun buku 2025, perusahaan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp672,239 miliar, naik 15 persen dibandingkan Rp585,847 miliar pada tahun sebelumnya.
Laba usaha juga meningkat 46 persen menjadi Rp202,479 miliar. Sementara itu, laba bersih non-revaluasi mencapai Rp188,833 miliar atau tumbuh 56 persen dari Rp121,379 miliar pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut menunjukkan bahwa agenda transformasi SIER tidak hanya menghasilkan perubahan pada sisi nonfinansial, tetapi juga tercermin dalam kinerja perusahaan.
Kinerja tersebut berlanjut pada kuartal I 2026. SIER mencatat realisasi laba mencapai 131 persen dari target triwulan pertama. Realisasi Perjanjian Penggunaan Tanah Industri (PPTI) hingga periode yang sama mencapai Rp70 miliar. Manajemen kemudian mengaitkan capaian tersebut dengan rencana percepatan modernisasi dan optimalisasi fasilitas kawasan.
Dari perspektif industri, pola tersebut memperlihatkan hubungan antara optimalisasi aset dan peningkatan daya saing. SIER tidak hanya berupaya mempertahankan okupansi atau aktivitas kawasan, tetapi juga meningkatkan kualitas fasilitas agar sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berubah.
Digitalisasi Mulai Menjadi Infrastruktur Layanan
Transformasi kawasan industri juga bergerak ke ranah digital. Pada Maret 2026, SIER menyatakan telah menyediakan sistem pengurusan dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL) rinci berbasis daring bagi tenant.
Digitalisasi ini memiliki implikasi lebih besar daripada sekadar mengubah proses administrasi dari manual menjadi elektronik. Sistem daring dapat meningkatkan transparansi proses, memudahkan tenant memantau perkembangan pengajuan, sekaligus membantu pengelola kawasan menciptakan layanan yang lebih terukur.
Bagi industri yang membutuhkan kepastian proses, efisiensi semacam itu menjadi salah satu bagian dari daya saing kawasan. Semakin sederhana dan transparan layanan yang diberikan, semakin besar pula peluang kawasan untuk menciptakan pengalaman bisnis yang positif bagi tenant.
Keberlanjutan Menjadi Bagian dari Strategi
Aspek lain yang semakin menentukan adalah pengelolaan lingkungan. SIER melakukan modernisasi fasilitas pengolahan air limbah atau wastewater treatment plant (WWTP), termasuk optimalisasi pemanfaatan air hasil daur ulang.
Dalam pengembangan tersebut, SIER bahkan telah memperoleh sertifikasi halal untuk produk air daur ulang dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal pada November 2025. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan mulai ditempatkan sebagai bagian dari pengembangan nilai tambah kawasan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan arah transformasi SIER untuk menjadi kawasan industri yang lebih terintegrasi dan ramah lingkungan. Pada momentum ulang tahun ke-52, perusahaan juga menegaskan agenda peningkatan kualitas layanan, tata kelola dan inovasi yang memberikan manfaat kepada tenant, masyarakat dan lingkungan.
Skala Kawasan dan Posisi Strategis
Secara struktural, SIER memiliki posisi yang cukup penting dalam ekosistem kawasan industri Jawa Timur. Berdasarkan profil Danareksa, SIER didirikan pada 28 Februari 1974 dan mengelola kawasan industri dengan total luas 932 hektare, termasuk kawasan di perbatasan Surabaya-Sidoarjo serta Kabupaten Pasuruan. Perusahaan merupakan bagian dari Holding BUMN Danareksa.
Skala tersebut memberikan ruang bagi SIER untuk memainkan peran lebih besar dalam pengembangan industri regional. Karena itu, transformasi perusahaan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pendapatan, tetapi juga kemampuan menciptakan kawasan yang mampu mengikuti kebutuhan investasi dan manufaktur modern.
Holding Danareksa sendiri sebelumnya mendorong SIER untuk “naik kelas”, bukan hanya sebagai kebanggaan lokal, tetapi juga sebagai kawasan industri yang memiliki daya saing di tingkat Jawa Timur dan nasional. Dorongan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan SIER ditempatkan dalam konteks transformasi yang lebih luas di lingkungan BUMN.
PR sebagai Cermin Transformasi
Dalam konteks tersebut, Indonesia PR Award 2026 dapat dibaca sebagai indikator tambahan mengenai bagaimana SIER mengelola reputasi di tengah proses transformasi. Komunikasi tidak lagi sekadar aktivitas publikasi, melainkan menjadi mekanisme untuk menjelaskan kinerja, inovasi dan arah strategis perusahaan kepada publik.
Tantangannya adalah memastikan komunikasi selalu memiliki dasar yang kuat. Pertumbuhan laba, modernisasi fasilitas, digitalisasi layanan, pengelolaan lingkungan dan kontribusi sosial harus berjalan seiring agar reputasi perusahaan tidak hanya dibangun melalui pesan, tetapi juga melalui bukti.
Dengan kombinasi tersebut, SIER memiliki fondasi untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pengelola kawasan industri strategis di Jawa Timur. Penghargaan IPRA 2026 pada akhirnya bukan hanya pengakuan terhadap aktivitas public relations, tetapi juga momentum untuk melihat bagaimana komunikasi, kinerja dan transformasi bisnis dapat saling memperkuat.
Sumber
ANTARA News Jawa Timur — SIER terima penghargaan Indonesia PR Award 2026
