share

Kamboja Bantah Klaim Daftarkan Karya Sastra Thailand ke UNESCO

August 4, 2025

Oleh: Professional Review

Phnom Penh – Pemerintah Kamboja melalui Kementerian Kebudayaan resmi membantah tuduhan yang menyebut bahwa negara tersebut diam-diam memasukkan 22 karya sastra Thailand ke dalam pengajuan warisan budaya takbenda ke UNESCO.

Pernyataan ini dirilis sebagai respons atas kritik publik yang mengemuka di media sosial beberapa hari terakhir. Kementerian menjelaskan bahwa tidak ada satupun karya sastra asal Thailand yang diajukan sebagai bagian dari proses pendaftaran ke UNESCO.

Dalam klarifikasi resminya pada Selasa, Kamboja menegaskan bahwa yang diajukan adalah Royal Ballet of Cambodia, salah satu seni pertunjukan tradisional yang telah lebih dulu diakui oleh UNESCO pada tahun 2003 sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.

Pemerintah juga mengutip Konvensi UNESCO 2003 sebagai dasar formal dalam pengajuan. Dalam dokumen tersebut, warisan budaya takbenda didefinisikan dalam lima kategori utama: tradisi lisan, seni pertunjukan, praktik sosial, pengetahuan tentang alam dan semesta, serta keterampilan kerajinan tradisional. Sastra tidak termasuk di dalamnya sebagai domain yang dapat didaftarkan.

Dengan demikian, tuduhan yang beredar di media sosial dianggap tidak berdasar dan keliru secara prosedural. Kementerian mengajak publik untuk merujuk pada sumber resmi dan tidak terpancing oleh informasi yang belum diverifikasi.

Kasus ini memperlihatkan pentingnya akurasi dalam pelaporan budaya lintas negara, terutama ketika menyangkut pengakuan internasional. Di tengah meningkatnya sensitivitas antarnegara terkait klaim warisan budaya, transparansi dokumentasi dan edukasi publik menjadi sangat krusial untuk mencegah konflik persepsi.