New York, Amerika Serikat — Frommer’s meluncurkan daftar tahunan Best Places to Go 2026, menyoroti destinasi yang mencerminkan tonggak budaya, ketahanan lingkungan, dan tren perjalanan global. Daftar ini mencakup kota-kota ikonik hingga wilayah baru yang siap menarik perhatian wisatawan dunia.
Chicago, Illinois menjadi sorotan utama dengan pembukaan Obama Presidential Center, kompleks seluas 19 hektar yang didedikasikan untuk demokrasi dan keterlibatan publik. Kota ini juga merayakan 100 tahun Route 66 dan menjadi tuan rumah UNESCO International Jazz Day 2026, memperkuat posisinya sebagai pusat budaya dan inovasi.
Di Jasper, Alberta, Kanada, pemulihan pasca kebakaran hutan 2024 menjadikan taman nasional ini sebagai contoh nyata ketahanan ekologi. Program tur edukatif dan rute kereta mewah “Passage to the Peaks” menampilkan transformasi alam di Pegunungan Rocky.
Viti Levu, Fiji muncul sebagai destinasi Pasifik unggulan dengan konektivitas penerbangan yang lebih luas. Wisatawan dapat menikmati budaya Indo-Fiji, program restorasi terumbu karang, hingga upacara kava tradisional, menjadikan Fiji alternatif berkelanjutan dari pulau-pulau yang padat turis.
Oulu, Finlandia, yang ditetapkan sebagai European Capital of Culture 2026, menawarkan program seni, teknologi, dan warisan Sámi sepanjang tahun. Festival cahaya Lumo dan Arctic Food Lab menegaskan kreativitas kota di lingkar Arktik.
Palawan, Filipina mendapat sorotan global berkat film Hollywood The Last Resort yang mengambil lokasi di kepulauan tropis ini. Dengan situs UNESCO seperti Puerto-Princesa Subterranean River, Palawan diprediksi menjadi destinasi unggulan Asia Tenggara.
Selain itu, daftar Frommer’s juga mencakup Vienna (Austria), Kruger National Park (Afrika Selatan), dan Costa Navarino (Yunani), masing-masing dengan perayaan budaya dan eksposur internasional.
Tim editorial Frommer’s menekankan bahwa daftar 2026 bukan sekadar rekomendasi wisata, melainkan destinasi yang mencerminkan pembaruan, warisan, dan konektivitas global. Bagi pelaku industri, daftar ini menandai pergeseran preferensi wisatawan menuju pengalaman autentik, berkelanjutan, dan penuh kedalaman budaya.
