share

Analisis Utang Whoosh dan Jatah Emas Freeport

December 10, 2025

Oleh: Professional Review

Jakarta — Pemerintah tengah mengkaji proposal utang proyek kereta cepat Whoosh serta pembagian jatah emas Freeport. Dua isu ini menyoroti tantangan dalam pengelolaan infrastruktur strategis dan sumber daya alam yang bernilai tinggi.

Dari sisi teknis, utang Whoosh menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan finansial proyek. Biaya operasional dan pembayaran bunga harus diseimbangkan dengan proyeksi pendapatan tiket serta multiplier effect terhadap ekonomi nasional.

Sementara itu, pembagian jatah emas Freeport menyoroti aspek tata kelola sumber daya alam. Pemerintah harus memastikan bahwa keuntungan dari tambang emas terbesar di Indonesia tidak hanya menguntungkan investor, tetapi juga memberi kontribusi signifikan bagi penerimaan negara.

Analisis teknis menunjukkan bahwa kedua isu ini memiliki implikasi terhadap stabilitas fiskal. Utang infrastruktur yang tidak terkendali dapat menekan APBN, sementara kebijakan pembagian hasil tambang yang tidak transparan berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik.

Para pengamat menekankan perlunya mekanisme evaluasi independen. Transparansi dalam kontrak, audit berkala, serta keterlibatan publik menjadi faktor penting untuk menjaga akuntabilitas.

Kesimpulannya, proposal utang Whoosh dan jatah emas Freeport bukan sekadar isu teknis, tetapi juga ujian tata kelola ekonomi nasional. Keputusan yang diambil akan menentukan arah pembangunan berkelanjutan dan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.