share

AINODA 2025: 40 Inovasi Unggulan Probolinggo di Empat Sektor Strategis

August 8, 2025

Oleh: Professional Review

Probolinggo — Pemerintah Kabupaten Probolinggo resmi mengumumkan 40 inovasi terbaik yang menjadi nomine Anugerah Inovasi Daerah (AINODA) 2025. Keempat kategori yang dilombakan mencakup pendidikan, kesehatan, tata kelola dan pelayanan pemerintahan, serta inovasi masyarakat dan pelajar.

Pada bidang pendidikan, nominasi didominasi inovasi yang memanfaatkan media interaktif, pembelajaran berbasis budaya lokal, dan integrasi teknologi. “Word Tower” memanfaatkan konsep permainan edukasi untuk membangun kosakata bahasa Inggris, sementara “OptiBox” menghadirkan pembelajaran cahaya dengan metode interaktif. Pendekatan ini menandai pergeseran pembelajaran ke arah yang lebih partisipatif dan kontekstual.

Kategori kesehatan menunjukkan fokus kuat pada deteksi dini penyakit dan pemberdayaan masyarakat. Program seperti “GASKEN Si Petilar” mempermudah skrining penyakit tidak menular di tingkat lokal, sedangkan “Gojek TBC” menghadirkan pendekatan jemput bola untuk pasien TBC. Keduanya menegaskan pentingnya aksesibilitas layanan kesehatan.

Di tata kelola dan pelayanan pemerintahan, inovasi berpusat pada digitalisasi layanan publik dan efisiensi administrasi. “POKAK” menyediakan platform online untuk administrasi kependudukan, sementara “SAE Jal” mengoptimalkan pemeliharaan jalan melalui sistem pemantauan digital. Digitalisasi ini tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga meningkatkan akuntabilitas.

Inovasi masyarakat dan pelajar menawarkan solusi yang lahir dari kebutuhan lokal, mulai dari energi ramah lingkungan hingga aplikasi deteksi keamanan pangan. “FormalinScan” mampu mengidentifikasi ayam berformalin, sedangkan “RB Cahaya” menghadirkan pustaka bergerak untuk menjangkau wilayah pelosok. Inovasi-inovasi ini menunjukkan kemampuan adaptasi teknologi untuk menjawab tantangan spesifik daerah.

Selain nominasi per kategori, dewan juri menetapkan empat Inovasi Favorit Juri: “MPU Prapanca” untuk pendidikan nilai, “Gerilya Kader” untuk deteksi risiko kesehatan, “Linggo Mas” untuk literasi kesejahteraan, dan “Morilo Milk” sebagai alternatif nutrisi susu bubuk.

Tahap berikutnya adalah paparan langsung pada 22–23 Juli 2025 di Kantor Bupati Probolinggo. Presentasi ini akan menjadi momen kunci untuk menilai ide, keberlanjutan, dampak, serta potensi pengembangan, sekaligus menguji kesiapan para inovator dalam mengomunikasikan solusi mereka kepada para evaluator.