share

Dr. Febri Yulika menerima Indonesia Visionary Leader Award 2026 atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan seni dan institusi ISI Padangpanjang.

June 15, 2026

Oleh: Professional Review

Analisis Kepemimpinan Dr. Febri Yulika dalam Penguatan ISI Padangpanjang dan Ekosistem Pendidikan Seni

Kepemimpinan Perguruan Tinggi Seni dalam Era Transformasi Pendidikan

Perguruan tinggi seni memiliki peran unik dalam ekosistem pendidikan tinggi karena tidak hanya berfungsi sebagai lembaga akademik, tetapi juga sebagai penjaga nilai budaya dan pusat inovasi kreatif. Dalam konteks ini, kepemimpinan institusional menjadi faktor yang sangat menentukan arah perkembangan lembaga.

Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum, Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, memperoleh pengakuan melalui Indonesia Visionary Leader Award 2026 dalam ajang 6.0 The Grand Award Gala Night 2026 di Jakarta.

Penghargaan ini menyoroti pentingnya kepemimpinan akademik dalam memperkuat posisi institusi pendidikan seni di tengah perubahan ekosistem pendidikan nasional dan global.

Secara industri, pendidikan seni menghadapi tantangan berupa digitalisasi media kreatif, perubahan pola konsumsi budaya, serta tuntutan integrasi antara tradisi dan inovasi.

Sebagai rektor, Dr. Febri Yulika memiliki peran strategis dalam memastikan ISI Padangpanjang tetap relevan melalui pengembangan kurikulum, penguatan riset seni-budaya, serta kolaborasi akademik lintas institusi.

Dalam perspektif manajemen pendidikan tinggi, keberhasilan institusi tidak hanya ditentukan oleh output akademik, tetapi juga oleh kontribusi nyata terhadap pelestarian budaya dan pengembangan industri kreatif.

Tren pendidikan seni menunjukkan bahwa institusi yang mampu menggabungkan pendekatan tradisional dan kontemporer cenderung memiliki daya saing lebih kuat dalam skala nasional maupun internasional.

Pengakuan melalui Indonesia Visionary Leader Award juga mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap peran kepemimpinan dalam sektor pendidikan seni sebagai bagian dari penguatan ekosistem budaya nasional.

Keberhasilan Dr. Febri Yulika menegaskan bahwa kepemimpinan akademik yang efektif adalah yang mampu menjaga relevansi institusi sekaligus memperluas kontribusi terhadap perkembangan seni dan budaya di era modern.