share

Mengapa Musim Panas Terjadi Saat Bumi Justru Jauh dari Matahari?

July 14, 2025

Oleh: Professional Review

Saat suhu udara semakin panas di musim panas, siapa sangka bahwa Bumi justru sedang berada di titik terjauhnya dari Matahari? Fenomena ini terjadi setiap tahun di awal Juli, dan disebut sebagai aphelion — momen ketika Bumi berada sekitar 3,1 juta mil lebih jauh dari Matahari dibandingkan titik terdekatnya, yaitu perihelion, yang terjadi di awal Januari.

Sekilas, ini terdengar tidak masuk akal. Jika lebih jauh dari sumber panas, bukankah seharusnya suhu menjadi lebih dingin? Namun dalam kenyataannya, jarak Bumi dari Matahari bukanlah penentu utama suhu musim.

Faktor utama yang memengaruhi musim dan suhu adalah kemiringan sumbu Bumi. Bumi berotasi dengan kemiringan sekitar 23,5 derajat, yang menyebabkan belahan Bumi utara lebih condong ke arah Matahari selama bulan Juni hingga Agustus. Hal ini membuat matahari tampak lebih tinggi di langit, hari menjadi lebih panjang, dan sinar matahari mengenai permukaan Bumi secara lebih langsung.

Dengan demikian, intensitas energi matahari yang diterima di permukaan Bumi meningkat drastis, meskipun jaraknya lebih jauh dari Matahari. Perbedaan jarak antara aphelion dan perihelion hanya sekitar 3,3% dari rata-rata jarak Bumi ke Matahari, sehingga dampaknya terhadap energi matahari yang diterima hanya sekitar 7%. Bandingkan dengan perbedaan intensitas sinar matahari karena kemiringan: di kota seperti New York atau Denver, energi matahari bisa naik hampir 300% dari musim dingin ke musim panas.

Itu sebabnya wilayah-wilayah di lintang utara — seperti Houston, Phoenix, hingga Columbus — tetap mengalami panas yang menyengat di bulan Juli, meski secara astronomi Bumi sedang jauh-jauhnya dari Matahari.

Selain itu, bentuk orbit Bumi yang sedikit elips (oval) membuat jarak ke Matahari memang bervariasi, namun pengaruhnya tetap kecil bila dibandingkan dengan efek sudut datang sinar matahari.

Kesimpulannya, musim tidak ditentukan oleh seberapa dekat kita dengan Matahari, melainkan oleh sudut kemiringan Bumi terhadapnya. Dalam konteks musim panas di belahan Bumi utara, sinar matahari yang datang tegak lurus dengan permukaan dan lamanya paparan sinar matahari sepanjang hari adalah kunci utama mengapa suhu melonjak — meskipun kita sedang berada di aphelion.