New Delhi – Sepuluh startup deep-tech asal India berhasil masuk daftar 100 perusahaan rintisan paling menjanjikan versi World Economic Forum (WEF) 2025. Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi India sebagai salah satu pemain penting di panggung teknologi global.
Fenomena tersebut digambarkan oleh Vishesh Rajaram, managing partner Speciale Invest, yang menyebut bahwa para pendiri startup deep-tech memiliki kesamaan dengan atlet javelin Neeraj Chopra: keduanya berangkat dari keyakinan mendalam. “Mereka hidup di dunia di mana orang selalu mengatakan ‘tidak mungkin’, namun tetap teguh pada mimpi,” ujarnya.
Salah satu yang menonjol adalah Agnikul Cosmos. Startup yang berdiri pada 2017 ini digagas oleh Srinath Ravichandran dan Moin SPM. Meski sempat menghadapi empat kali launch hold, keduanya menegaskan hal tersebut bukanlah kegagalan. Agnikul kini berhasil mencatatkan diri dengan pengembangan mesin roket semi-cryogenic 3D-printed pertama di dunia.
Tak kalah menarik, CynLr yang didirikan oleh Gokul NA dan Nikhil Ramaswamy juga menunjukkan daya tahan luar biasa. Setelah berkali-kali ditolak investor, mereka sukses meluncurkan CyRo, sistem robotik dengan lengan ganda yang mampu mengenali objek tak dikenal dan melakukan tugas kompleks tanpa pelatihan awal.
Sementara itu, Dezy yang digagas oleh saudara Hitesh dan Jatin Kakrani bergerak di sektor kesehatan. Berawal dari platform SaaS hingga kini mengoperasikan jaringan klinik gigi di enam kota besar India, Dezy memanfaatkan teknologi diagnostik berbasis AI untuk menghadirkan layanan kesehatan gigi yang lebih terjangkau dan mudah diakses.
Kisah ketiga perusahaan ini menjadi cermin dari perjalanan 10 startup deep-tech India yang masuk daftar WEF 2025. Mereka berjuang menghadapi skeptisisme pasar, keterbatasan pendanaan, hingga stigma seputar model bisnis deep-tech yang membutuhkan waktu panjang sebelum menghasilkan pendapatan.
Namun dengan ketekunan dan inovasi, para pendiri startup tersebut berhasil membalik keraguan menjadi pengakuan global. Sama seperti Chopra yang mengubah pandangan publik terhadap cabang olahraga javelin, para pionir deep-tech India juga membuka jalan baru dalam lanskap teknologi dunia.